Dana Desa Menyusut, Warga Dukuh Bringin Kompak Bangun Pagar Makam Lewat Gotong Royong
![]() |
| Dana Desa Menyusut, Warga Dukuh Bringin Kompak Bangun Pagar Makam Lewat Gotong Royong |
Kegiatan gotong royong kembali menjadi wujud nyata kebersamaan warga dalam membangun lingkungan. Hal ini terlihat di Dukuh Bringin, Desa Bringin, Kecamatan Kauman, di mana masyarakat secara sukarela melaksanakan pembangunan pagar makam setempat. Rabu (29/4/26).
Pembangunan pagar makam tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga tokoh masyarakat. Warga bahu-membahu mengerjakan setiap tahap pembangunan, mulai dari persiapan lahan, pengangkutan material, hingga proses pemasangan pagar.
Ketua pembangunan, Joko Lelono, Kepala Dusun setempat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama warga yang ingin meningkatkan fasilitas umum di lingkungan mereka. “Pembangunan pagar makam ini dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi, baik dalam bentuk tenaga maupun material,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan utama masyarakat kembali menguatkan budaya gotong royong. Menurutnya, pemangkasan dana desa yang kini hanya tersisa sekitar sepertiga dari sebelumnya membuat sejumlah program pembangunan harus disesuaikan. “Dengan kondisi anggaran yang terbatas, masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada dana desa. Oleh karena itu, swadaya menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, sumber dana pembangunan pagar makam ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat Dukuh Bringin. Kontribusi warga diberikan secara sukarela, baik dalam bentuk uang, material, maupun tenaga. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum, khususnya tempat pemakaman yang memiliki nilai penting secara sosial dan budaya.
Kepala Desa Bringin, Purwito, turut memberikan apresiasi atas kekompakan warganya. Ia menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini merupakan cerminan nilai kebersamaan yang harus terus dijaga, terutama di tengah keterbatasan anggaran desa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Dukuh Bringin. Pembangunan pagar makam ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kepedulian antarwarga,” ujarnya.
Selain mempercepat proses pembangunan, kegiatan gotong royong ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Diharapkan, dengan adanya pagar makam yang lebih layak dan tertata, area pemakaman dapat menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman bagi warga yang berziarah. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan anggaran tidak menghambat semangat warga untuk terus membangun lingkungan melalui kebersamaan dan swadaya.(Sw/Ny/Adv)




