Ritual Malam Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026 Khidmat, Menjadi Wujud Pelestarian Tradisi dan Penghormatan Leluhur
![]() |
| Ritual Malam yang menjadi salah satu agenda sakral dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026. |
PONOROGO – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Bantarangin, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Minggu (12/7/2026) malam. Ratusan masyarakat, tokoh adat, budayawan, dan tamu undangan mengikuti Ritual Malam yang menjadi salah satu agenda sakral dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai luhur, sejarah Bantarangin, serta warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Kutho Kulon.
Ritual malam diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan sesepuh adat, dilanjutkan prosesi adat yang berlangsung khusyuk di pelataran Monumen Bantarangin. Cahaya obor dan iringan doa menghadirkan nuansa spiritual yang memperkuat makna Bulan Suro sebagai momentum introspeksi, rasa syukur, serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Camat Kauman Toni Khristiawan, S.STP., M.Si. mengatakan bahwa Ritual Malam bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi sarana merawat identitas budaya masyarakat Bantarangin.
"Ritual Malam merupakan pengingat agar masyarakat tetap menghormati warisan leluhur, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya yang menjadi jati diri Ponorogo. Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman," ujarnya.
Ia menambahkan, Grebeg Tutup Suro Bantarangin telah berkembang menjadi agenda budaya yang memadukan nilai religius, sejarah, dan kesenian sehingga mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Usai prosesi ritual, masyarakat disuguhi pertunjukan Ketoprak Ngesti Budaya Kecamatan Sukorejo yang semakin memeriahkan malam pembuka rangkaian Grebeg Tutup Suro. Perpaduan unsur spiritual dan seni pertunjukan menjadi ciri khas penyelenggaraan Grebeg Tutup Suro Bantarangin yang setiap tahun selalu dinantikan masyarakat.
Ritual Malam menjadi pembuka berbagai agenda budaya lainnya yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2026, di antaranya Bedhol Pusaka, Buceng Porak, Pameran Pusaka, Malam Pesta Penutup Suro, dan Kirab Budaya. Keseluruhan rangkaian tersebut menjadi komitmen bersama dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Grebeg Tutup Suro Bantarangin sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Ponorogo.(Sw/Ny)


