Camat Kauman Apresiasi Penyaluran PIP untuk 343 Siswa, Utamakan Kebutuhan Pendidikan
![]() |
| 343 siswa dari sembilan SD Negeri di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, menerima bantuan PIP pada Sabtu (29/8/2026). |
PONOROGO – Pemerintah Kecamatan Kauman menyambut baik penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar ratusan pelajar sekolah dasar di wilayahnya. Bantuan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan nyata agar persoalan ekonomi keluarga tidak menghambat keberlangsungan pendidikan anak.
Sebanyak 343 siswa dari sembilan SD Negeri di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, menerima bantuan PIP pada Sabtu (29/8/2026). Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur aspirasi Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Sembilan sekolah penerima meliputi SDN 1 Sumoroto, SDN 2 Sumoroto, SDN 2 Carat, SDN 2 Ngrandu, SDN 1 Kauman, SDN 2 Kauman, SDN Tosanan, SDN Nongkodo, serta SDN 2 Plosojenar.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kauman Toni Kristiawan, Ketua K3SD Kecamatan Kauman Sahudi, S.Pd, pihak sekolah, serta para wali murid.1 Bantuan diserahkan oleh Farid Ardianto selaku Koordinator Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Kabupaten Ponorogo.
![]() |
| Farid Ardianto selaku Koordinator Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Kabupaten Ponorogo menyerahkan bantuan secara simbolis |
![]() |
| Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kauman Toni Kristiawan, Ketua K3SD Kecamatan Kauman Sahudi, S.Pd, pihak sekolah, serta para wali murid. |
Camat Kauman: Pendidikan Harus Terus Dikawal
Camat Kauman Toni Kristiawan memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan melalui program PIP. Menurutnya, bantuan pendidikan memiliki arti penting bagi keluarga, terutama dalam membantu memenuhi berbagai kebutuhan anak selama mengikuti proses belajar.
“PIP ini tentu sangat membantu para orang tua. Kebutuhan anak sekolah bukan hanya soal biaya pembelajaran, tetapi juga perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendukung lainnya. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi atas adanya perhatian ini,” ujar Toni.
Ia berharap bantuan yang diterima para siswa dapat dimanfaatkan secara bijak dan benar-benar diarahkan untuk menunjang pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sesuai peruntukannya, untuk kepentingan pendidikan anak. Jangan sampai ada anak yang terkendala melanjutkan sekolah hanya karena persoalan ekonomi,” imbuhnya.
Toni juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah dan pemerintah dalam mengawal keberlanjutan pendidikan. Menurutnya, bantuan pemerintah akan semakin efektif apabila diikuti dengan pengawasan dan pendampingan dari lingkungan keluarga.
Meringankan Beban Orang Tua
Program PIP diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin maupun rentan miskin. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus menjaga anak agar tetap memperoleh hak pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Farid Ardianto menyampaikan bahwa proses penyaluran harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia juga mengingatkan agar bantuan diterima secara utuh oleh penerima manfaat tanpa adanya potongan.
“Bantuan pendidikan ini harus sampai kepada penerima dengan tepat sasaran dan tepat guna. Tidak boleh ada potongan. Pengawasan bersama dari sekolah dan orang tua sangat penting,” kata Farid.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat akan terus dihimpun dan disampaikan melalui jalur aspirasi.
Bagi Kecamatan Kauman, penyaluran PIP tersebut bukan sekadar agenda pembagian bantuan. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga agar anak-anak tetap bersekolah, memiliki kesempatan belajar yang layak, dan dapat mempersiapkan masa depan tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga.(Sw/Ny)



