Kirab Buceng Porak Meriahkan Bersih Desa Maron dan HUT RI ke-81
![]() |
| Kirab Buceng Porak yang digelar dalam rangka Bersih Desa Maron sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (25/08/2026). |
Ponorogo – Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, kembali terlihat dalam pelaksanaan Kirab Buceng Porak yang digelar dalam rangka Bersih Desa Maron sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (25/08/2026).
![]() |
| Jajaran pemerintah Desa Maron dalam acara kirab buceng porak, bersih desa dan HUT RI ke-81 Tahun 2026 |
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan pasukan kirab dari masyarakat Desa Maron. Berbagai kreasi ditampilkan sepanjang perjalanan, mulai dari tarian, kostum, hingga riasan yang spektakuler. Penampilan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute kirab.
Kirab diawali dari arah selatan Balai Desa Maron. Rombongan kemudian berjalan menuju Balai Desa Maron dengan membawa berbagai buceng yang telah dipersiapkan oleh masyarakat. Setibanya di depan balai desa, masing-masing kelompok menampilkan kebolehan dan kreativitasnya di hadapan para undangan dan masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan buceng porak, yang menjadi salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu masyarakat. Suasana semakin meriah ketika buceng diporak dan masyarakat bersama-sama mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Kepala Desa Maron, Wahyudi Agus Purnomo, mengapresiasi semangat masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemeriahan Kirab Buceng Porak tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta dan kreativitas yang ditampilkan, tetapi juga dari tingginya kesadaran masyarakat untuk ikut berkontribusi. Bahkan, berbagai persiapan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh masyarakat Desa Maron. Kegiatan ini bisa terlaksana dengan meriah karena adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat yang begitu tinggi, termasuk dalam hal swadaya. Ini merupakan bentuk gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Wahyudi.
Ia menambahkan, kegiatan Bersih Desa menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan tradisi dan budaya lokal.
“Bersih desa bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga tradisi, dan membangun rasa memiliki terhadap desa. Apalagi bertepatan dengan HUT RI ke-81, semangat kebersamaan ini tentunya semakin penting,” imbuhnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Warga dari berbagai unsur turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas masing-masing. Kostum dan riasan yang unik serta pertunjukan tari membuat kirab berlangsung semarak.
Melalui Kirab Buceng Porak tersebut, masyarakat Desa Maron menunjukkan bahwa tradisi, budaya, dan semangat kemerdekaan dapat dipadukan dalam sebuah kegiatan yang penuh kebersamaan.
Kegiatan itu sekaligus menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Maron, yang secara sadar dan swadaya bersama-sama menjaga tradisi sekaligus memeriahkan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81.(Sw/Ny/Adv)



