🧿 BREAKING NEWS

Sampah Jadi Upah dibawah DLH Ponorogo diapresiasi Gubenur Khofifah

 

Meninjau langsung potensi daya kreatifitas gagasan Bupati Ponorogo berupa pengolahan sampah

Dalam Kunjungan Kerja di Kabupaten Ponorogo, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau tempat pengolahan sampah menjadi bahan penunjang batu bara berupa briket, Senin (8/11/2021).Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah Indar Parawansa pada mendatangi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Mrican, Kecamatan Jenangan dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo.


Kedatangan pucuk pimpinan di Jawa Timur tak lain adalah untuk melihat langsung proses pengolahan briket, pengganti batu bara berbahan dasar limbah sampah yang tak bisa terurai, seperti popok, masker hingga pembalut wanita, ia juga memastikan kandungan dioksin briket sebelum di produksi masal.

Gubernur Khofifah kunjungi pengolahan sampah jadi briket di TPA Mrican


Walaupun tahapan awal produksi serta pengolahan sampah ini masih butuh penyempurnaan supaya menjadi bahan bakar pengganti batu bara yang tak kalah kualitasnya, Gubernur Khofifah berharap agar briket buatan Pemerintah Daerah Ponorogo bersama bimbingan Dinas Lingkungan Hidup ini bisa menjadi substitusi batu bara untuk kebutuhan industri. Ia juga mengharapkan intensifitas pembinaan dari dinas terkait.


Dalam giatnya melihat pengolahan sampah menjadi briket yang dberdaya jual di Kabupaten Ponorogo ini dianggap merupakan solusi pengolahan sampah yang produktif, layak jual dan bisa meningkatkan perekonomian mengingat sampah sampai saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang tidak bisa terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari.


Menurut Gubernur Jawa Timur yang masuk dalam 500 orang muslim berpengaruh di dunia ini, Khofifah Indar Parawansa menanggapi positif apa yang digagas oleh Bupati Giri. Baginya, daur ulang sampah bia memberikan solusi banyak hal, "jadi tadi sudah saya tanya terkait kandungan dioksinnya lalu emisinya dan semua dibawah ambang batas jadi insyallah sehat. Sekarang tinggal diperbanyak, lalu tempat yang memungkinkan bisa dirubah menjadi lahan untuk mengolah sampah menjadi briket substitusi batu bara. Jadi bukan briket batu bara namun briket substitusi batu bara." Tuturnya.


Dalam hal ini, Sugiri Sancoko juga menjelaskan bahwa dalam sehari di TPA Mrican ini bisa mengolah sedikitnya 30 ton sampah yang diretouch menjadi sekitar 10 ton briket dan untuk 1 ton briket bila dijual bisa menjadi puluhan ribu rupiah, bisa dibayangkan betapa menguntungkan.


Disisi lain menanggapi gagasan dari Bupati Ponorogo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Djatmiko menerangkan jadi pengolah sampah yang digagas oleh Bupati Sugiri Sancoko ini sangat membantu dalam mengurangi tumpukan sampah di TPA Mrican serta berdaya guna. "Inovasi ini sangat membantu kami dalam menanggulangi sampah yang tidak bisa terurai mikroba. Selain menjadi suatu karya, sampah juga bisa menjadi daya dalam roda perekonomian masyarakat." Pungkasnya.(Sw/Ny)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar