Tuntut Transparansi PAD Desa, Ratusan Warga Desa Ngrupit Geruduk Balai Desa
![]() |
Ratusan Warga Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan, datangi balai desa setempat untuk mempertanyakan anggaran PAD Desa hari ini Kamis (30/3/2023).
Aksi yang dimulai dari titik kumpul pasar Janti tiba di balai Desa pukul 10.00 WIB langsung menyuarakan tuntutan tuntutan kepada Kepala Desa Setempat.
Kelik Saputro, Koordinator Aksi menyampaikan bahwa masyarakat tidak melawan atau menghalangi rencana Desa untuk merevitalisasi Pasar Janti, tapi pihaknya bersama masyarakat ingin meminta kejelasan pendapatan asli Desa yang diperoleh dari retribusi bulanan dan tahunan dari pasar janti yang besarnya banyak selisih menurut hitungan masyarakat.
![]() |
| Kelik Saputro, Koordinator Aksi Saat Mediasi Dengan Kepala Desa dan Forkopimca Kecamatan Jenangan |
" Kami tidak ingin menghalangi atau melawan rencana Kepala Desa untuk merevitalisasi Pasar Janti, silahkan dibongkar dan dibangun tapi harus ada kejelasan sejelas jelasnya tentang Anggaran PAD Desa yang diambil dari retribusi pasar janti, baik dari bulanan, tahunan, listrik dan sumur yang semuanya sdah dibayar dan masuk ke Desa" Jelanya.
Selain itu pihaknya bersama sama masyarakat meminta kepala Desa untuk membuka data yang ada di Desa dan data dari masyarakat agar dicocokkan sesuai tidaknya karena menurutnya besaran yang disampaikan oleh Kepala Desa selalu berubah ubah dan sebelum masalah anggaran PAD Desa ini selesai maka pembongkaran pasar janti harus ditunda.
" Saya minta Pak Kades untuk membuka data laporannya, mari kita sama sama kroscek, agar jelas semuanya, karena menurut kami jawaban dari mbah lurah saat ditanya selalu berubah mulai dari 5 juta, trus katanya 6 juta lebih tanpa menunjukkan data dan menurut hitungan kami jauh selisihnya. Maka dari itu sebelum masalah PAD desa ini tuntas terselesaikan untuk pembongkaran pasar janti mohon ditunda dulu. "Tegas Kelik Saputro.
![]() |
| Kepala Desa Ngrupit, Suherwan bersama Camat Dan Kasatpol PP saat menemui perwakilan masyarakat |
Di kesempatan yang sama Suherwan, Kepala Desa Ngrupit bersama Camat Jenangan, Kasatpok Pp,Kapolsek Jenangan dan Danramil menerima para masyarakat dan mengajak perwakilan untuk mediasi bersama.
Dalam mediasi pihaknya menjelaskan bahwa " terkait anggaran dari PAD Desa dalam satu tahun sekitar 6 juta lebih. Semua ada catatanya, kalau kurang jelas monggo kita cek bersama, Kami menyepakati apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk menunda pembongkaran Pasar Janti sampai masalah PAD Desa dari retribusi terselesaikan".ujarnya.
Lebih lanjut pihaknya akan mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini besok selasa minggu depan dan menghadirkan BPD dan perwakilan peserta aksi.
" InsyaAllah selasa depan kami undang semuanya dan perwakilan dari peserta aksi untuk membahas masalah ini, nanti kita buka data dan akan kita cocoknya dengan data yang dimiliki oleh masyarakat"tandasnya.(Sw/Ny)


