Bakpau diduga Berjamur Tak Layak Konsumsi,Distribusi MBG SPPG Somoroto dihentikan Sementara
![]() |
| Distribusi MBG SPPG Somoroto Dihentikan Sementara, Wali Murid Keluhkan Kualitas Makanan, diduga bakpau yang dibagikan pada Jum'at 13/3/2026 diduga tak layak konsumsi karena berjamur |
Ponorogo – Kegiatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian tersebut dilakukan setelah adanya pemberitahuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait perintah perbaikan fasilitas pada unit pelayanan tersebut.
![]() |
| Foto diduga bakpau dari SPPG Somoroto berjamur dari salah satu wali murid penerima MBG |
Keputusan penghentian sementara itu tertuang dalam surat pemberitahuan bernomor 001/BGN-SPPG/III/2026 yang dikeluarkan pada 13 Maret 2026 oleh Kepala SPPG Somoroto. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa operasional layanan dihentikan mulai Sabtu, 14 Maret 2026 hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
Kepala SPPG Somoroto, Rizal Zuhri Alifiawan, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas arahan dari Badan Gizi Nasional agar dilakukan perbaikan fasilitas guna memastikan pelayanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih optimal.
“Kegiatan operasional SPPG Somoroto untuk sementara waktu dihentikan sampai proses perbaikan fasilitas selesai dan dinyatakan siap kembali beroperasi,” ujarnya dalam surat pemberitahuan tersebut.
Dengan adanya penghentian sementara ini, rapelan menu bundling kering selama empat hari yang sebelumnya direncanakan untuk Cuti Idul Fitri juga ditiadakan sampai operasional SPPG Somoroto kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Di sisi lain, sejumlah wali murid penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan yang diterima beberapa waktu terakhir. Salah seorang wali murid dari salah satu sekolah penerima manfaat yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku menemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Ia menuturkan bahwa pada Jumat, 13 Maret 2026, anaknya menerima paket MBG yang salah satu isinya berupa bakpau yang diduga telah berjamur.
“Anak saya dapat paket makan, di dalamnya ada bakpau. Waktu dibuka terlihat seperti ada jamurnya, jadi tidak berani dimakan,” ujarnya.
Wali murid tersebut juga mengungkapkan bahwa sebelumnya anaknya pernah menerima menu ikan bandeng yang diduga sudah dalam kondisi basi.
“Beberapa waktu sebelumnya juga pernah dapat ikan bandeng, tapi baunya sudah tidak enak, jadi kami khawatir untuk dikonsumsi,” tambahnya.
Meski demikian, pihak SPPG Somoroto belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait keluhan tersebut. Penghentian operasional sementara diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi dan perbaikan fasilitas agar pelayanan pemenuhan gizi kepada para siswa dapat berjalan lebih baik ke depannya.(Sw/Ny)

