Dapat Program STBM, Kelurahan Kadipaten Gerak Cepat
Aslim Ihfeni, Kepala Kelurahan Kadipaten saat diwawancara terkait STBM |
Program Bantuan Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM) yang diperoleh kelurahan Kadipaten Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo ini telah dilaksanakan dengan cepat. Program yang berasal dari Dinas Kesehatan ini merupakan upaya mengentaskan masyarakat miskin dan stunting dari jamban umum sehingga tercapailah Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.
Masuknya program STBM membuat bahagia pemerintahan setempat. Aslim Ihfeni, Kepala Kelurahan Kadipaten saat ditemui media mengatakan, "bahwa program ini diutamakan untuk mendukung program Bupati Ponorogo menuju zero stunting. Sehingga sasaran utamanya adalah keluarga yang memiliki stunting, namun karena tidak semua terdapat stunting sehingga kami juga alokasikan untuk yang TBC (tuberculosis) yaitu penyakit pernafasan Itupun tidak banyak hanya satu saja, juga masyarakat yang masuk kategori miskin dalam artian belum mempunyai sanitasi sendiri," Jelasnya.
Material pembuatan STBM kelurahan Kadipaten |
Jumlah penerima program di Kelurahan Kadipaten ada 15 warga yang menerima, untuk pembagiannya tiap lingkungan diusahakan ada, jadi menurut Aslim sebanyak 15 itu dibagi rata untuk setiap lingkungan.
"Adapun kendala utamanya karena besaran bantuan sejumlah 10 juta, sehingga untuk membuat rapi bangunan dan bahan baku kurang,maka sedikit banyak masyarakat membantu kekurangan dana secara swadaya, yang benar-benar tidak mampu diadakan secara gotong royong di lingkungan masing-masing," imbuhnya.
Ia merasa berterimakasih dan sangat terbantu dengan adanya kas RT (Rukun Tetangga) dan juga seluruh masyarakat sekitar yang berkenan membantu.
"besaran bantuan per penerima 10 juta, sehingga total semua 15 orang yang mendapat adalah 150 juta. Terimakasih kepada Pak RT dan warga sekitar. Tanpa bantuan dan gotong royong semua, kita tidak akan bisa menyelesaikan program ini. Karena tukang dan kulinya juga dikerjakan secara swakelola." Kata Lurah Kadipaten.
Ia berharap program ini terus berlanjut tidak hanya di Kadipaten, namun juga bisa masuk ke kelurahan atau ke desa lainnya. Kemudian, ia juga berharap mungkin ada program lain yang nanti bisa masuk lagi untuk membantu warga masyarakat. Harapnya. (SW/NY)