Pimpinan DPRD Ponorogo Temui Aksi Aliansi Mahasiswa Ponorogo
https://youtu.be/NKwgmE_I1Qc
Deskripsi :
Merebaknya permasalahan sosial ekonomi dimasyarakat seperti naiknya harga pertamax dan juga skandal mafia minyak goreng belum juga reda membuat Aliansi Mahasiswa Ponorogo bergerak turun ke jalanan. Dengan titik aksi depan Gedung DPRD Ponorogo, jalan aloon-aloon timur, sekitar pukul 10.30 arak-arakan mahasiswa dengan membawa berbagai macam spanduk bertuliskan bermacam tuntutan. Selasa (12/4/22).
Meskipun dalam suasana puasa ramadhan mereka bersemangat meneriakkan aspirasi dan pemikiran di tengah terik matahari dan meminta ketua DPRD hadir ditengah2 mereka untuk duduk bersama mendengarkan serta memenuhi tuntutan. Mereka berteatrikal dan menyanyikan lagu buruh tani serta darah juang.
Selain minyak dan pertamax, dalam skala isu lokal daerah kabupaten Ponorogo, mencuat permasalahan mengenai
kebudayaan reog. Berdasarkan berita yang beredar di masyarakat para seniman reog kecewa terhadap pemerintah yang kunjung menuntaskan berkas pendaftaran agar reog segera diakui sebagai warisan tak benda atau intangible cultural heritage (ICH) oleh UNESCO. Selama kurun 4 tahun, dianggap pemerintah lalai dalam menyempurnakan berkas mengenai kebudayaan reog,namun justru Kemenristek lebih memilih jamu yang diusulkan. Maka dari itu diperlukan tuntutan kepada pemrintah dalam
menjaga konsistensi dan kefokusan dalam mengawal reog sebagai salah satu warisan budaya tak benda ke UNESCO.
dalam hal ini beberapa tuntutan mahasiswa yakni 1. Menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax yang
menyengsarakan rakyat.
2. Menuntut kesanggupan pemerintah dalam penyediaan stock Bahan Bakar Minyak
(BBM) Pertalite.
3. Mendesak dan menuntut kesanggupan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga
bahan pokok.
4. Mendesak DPR dan Pemerintah untuk mengesahkan RUU Tindak Pindak Kekerasan
Seksual (TPKS).
5. Tolak pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan No. 22 Tahun 2021.
6. Usus tuntas dan adili mafia minyak goreng.
7. Mendukung penuh pelestarian budaya Reog Ponorogo dan meminta konsistensi
pemerintah dalam mengawal pengajuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak
Benda ke UNESCO. Kemudian ditindaklanjuti dengan jawaban ketua DPRD Ponorogo, Sunarto. Yang didampingi wakil ketua DPRD Dwi Agus dan Anik Suharto.