🧿 BREAKING NEWS

Pagelaran Reyog Kolosal “Eksotika Budaya Religi Ramadhan” Semarakkan Monumen Bantarangin

Hadir dalam acara Eksotika Budaya Religi Ramadhan Plt. Bupati Ponorogo , Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi, serta Camat Kauman yang juga bertindak sebagai Koordinator Eks PB Somoroto.(Foto by Juve Multimedia)

Kemeriahan budaya berpadu dengan nuansa religius mewarnai kawasan pada Rabu malam (4/3/2026). Kasepuhan Glagahwangi Notoprojo bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar pertunjukan kolosal bertajuk “Eksotika Budaya Religi Ramadhan” yang menampilkan kekayaan seni Reyog Ponorogo.

Acara ini dihadiri Plt. Bupati Ponorogo , Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi, serta Camat Kauman yang juga bertindak sebagai Koordinator Eks PB Somoroto.

Pertunjukan kolosal tersebut melibatkan puluhan seniman Reyog dari wilayah Kulon Kali. Sebanyak 50 Dadak Merak, 50 penari Jatil, dan 30 Bujangganong tampil secara bersamaan, menghadirkan pertunjukan yang megah dan memikat perhatian masyarakat yang memadati area monumen. Perpaduan irama gamelan, gerakan dinamis para penari, serta kemegahan Dadak Merak menciptakan suasana yang semarak sekaligus penuh makna budaya.

Salah satu momen yang menarik perhatian publik terjadi ketika Plt. Bupati Ponorogo turut bergabung menari bersama para penari Jatil. Kehadirannya di tengah panggung pertunjukan mendapat sambutan hangat dari para penonton yang memberikan tepuk tangan meriah.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ponorogo menyampaikan bahwa keberadaan Reyog Ponorogo merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui kebersamaan seluruh pelaku seni.

“Kita harus menjaga semangat kebersamaan dalam melestarikan Reyog. Jika para seniman bersatu dan saling mendukung, maka budaya ini akan semakin kuat dan mampu dikenal lebih luas di tingkat dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kauman selaku Koordinator Eks PB Somoroto menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat. Kami berharap generasi muda semakin tertarik untuk mengenal dan mencintai Reyog sebagai warisan budaya Ponorogo,” ungkapnya.

Pagelaran tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi para seniman dan komunitas budaya dalam menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni Reyog. Semangat gotong royong, kekompakan, dan kebanggaan terhadap budaya daerah menjadi pesan utama yang tercermin sepanjang pertunjukan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seni Reyog Ponorogo dapat terus berkembang dan tetap lestari sebagai identitas budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang.(Sw/Ny)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar