Reaktifasi Rel Kereta Api Madiun-Ponorogo-Slahung? DPRD Ponorogo Punya Catatan Penting!
![]() |
| Reaktifasi Rel Kereta Api Madiun-Ponorogo-Slahung? DPRD Ponorogo Punya Catatan Penting! |
Rencana Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan DPRD Ponorogo dalam mengaktifkan kembali jalur kereta api Madiun-Ponorogo-Slahung menjadi catatan tersendiri untuk pembahasan anggota DPRD Ponorogo.
Catatan ini disampaikan oleh Sunarto, S.Pd. sesaat usai rapat paripurna rekomendasi perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) digedung DPRD Ponorogo. Senin, (18/4/22).
![]() |
| Rapat Paripurna rekomendasi perda RTRW |
"Ada beberapa prubahan yang substantif atau menurut saya lumayan mendasar, yang pertama yakni berkaitan dengan reaktifasi jalur kereta api, sesuai dengan RTRW nasional dan provinsi memang mutlak jalur kereta api Madiun-Ponorogo-Slahung dihidupkan, jadi kita berikan rekomendasi yang kita masukkan dalam pasal."Tutur Sunarto.
![]() |
| Penandatanganan Rekomendasi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) |
Lebih lanjut ia menegaskan pihaknya tetap mendukung reaktifasi jalur Madiun-Ponorogo-Slahung, tetapi harapan DPRD Ponorogo, PT. KAI (Kereta Api Indonesia) mengkaji kembali rel kereta api yang sudah pasif ini.
"Artinya kita mohon untuk ada alternatif tempat lain, sehingga di Perda itu kita tidak sebutkan lokusnya. Ini dalam rangka supaya semuanya seimbang, kita tidak menabrak RTRW Wilayah, tidak menabrak RTRW Nasional tetapi kita memberikan alternatif." Imbuhnya.
![]() |
| Sunarto,Ketua DPRD Ponorogo saat wawancara dengan media |
Ia juga sudah menyampaikan dan sudah menyetujui pada hari ini, eks rel kereta api/ bantalan rel kereta api sepanjang /Madiun-Ponorogo- Slahung, diakui tidak diakui sudah bertumbuh luar biasa. Mulai untuk tempat tinggal, usaha, ruang terbuka hijau dan sebagainya. "Kalau ini tidak kita berikan dasar hukum di peraturan, maka mereka akan selalu dikerjar-kejar tentang legal formal. Maka dari itu kita wadahi supaya dengan apa yang kita sampaikan, lahannya tetap bisa dipakai seperti pemukiman, ruang terbuka hijau dan usaha. Supaya mereka tenang, nyaman, dalam melakukan aktifitas sehari-hari." Sambungnya.
Terkait kelanjutan Pasar stasiun ini dikatakan sunarto ada poin khusus, dan kemarin tidak dimasukkan dalam kriteria reaktifasi jalan kereta. Karena nanti akan dijadikan semacam museum. Tentu tindak lanjutnya masih menunggu petunjuk pelaksanaan Pemerintahan Daerah atau setelah ada hasil dari Kementerian.(Sw/Ny)



