Siap-Siap! Puncak HUT Ponorogo ke-529 Bersama Dewa 19, Puluhan Ribu Warga Ponorogo akan Padati Alun-Alun
![]() |
Sugiri Sancoko, dalam konferensi pers yang dikemas dengan kenduri bersama insan media, Jumat (29/8/2025) Jelang penampilan Dewa 19 pada Konser Puncak HUT Ponorogo ke-529 |
PONOROGO – Alun-alun Ponorogo dipastikan akan menjadi lautan manusia pada Sabtu (30/8/2025) mendatang. Puluhan ribu Baladewa—sebutan bagi penggemar Dewa 19—siap tumplek blek menyaksikan secara langsung band legendaris tanah air itu tampil di puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-529 sekaligus penutup rangkaian HUT RI ke-80.
Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam konferensi pers yang dikemas dengan kenduri bersama insan media, Jumat (29/8/2025). “Luasnya alun-alun Ponorogo akan bisa menampung banyak penonton. Tujuannya jelas: ekonomi tumbuh, rakyat senang, indeks kebahagiaan naik, UMKM laku, dan roda ekonomi berputar,” ujarnya penuh optimisme.
![]() |
Bupati Ponorogo memotong tumpeng saat acara kenduri di sela Konferensi Pers sehari sebelum Konser Puncak Harlah Ponorogo dirayakan |
![]() |
Acara kenduri diisi dengan do’a yang mengandung harapan acara yang digelar akan berjalan lancar, aman, damai dan menjadikan nilai positif untuk seluruh masyarakat Ponorogo |
Mengusung tema “Kidung Aruna Kinanthi”, Bupati Sugiri menjelaskan bahwa makna filosofi di baliknya sangat lekat dengan semangat Ponorogo. Kidung adalah tembang penuh makna, Aruna melambangkan fajar yang terbit, sementara Kinanthi berarti bergandengan tangan. “Ini senada dengan jargon Ponorogo: Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Ponorogo Hebat,” tegasnya.
Konser Dewa 19 kali ini sengaja digratiskan untuk masyarakat. Sebelumnya, saat Festival Reog Nasional, tiket berbayar diberlakukan. Namun untuk momentum istimewa ini, Bupati Sugiri ingin semua warga bisa ikut bernyanyi bersama band idolanya. Dewa 19 dijadwalkan membawakan 15 lagu terbaik mereka.
Sebelum penampilan puncak, panggung akan lebih dulu dihangatkan oleh band-band lokal Ponorogo, seperti Titik Balik, Nareswara, Hompimpah, hingga The Jadoel. Pertunjukan akan dimulai sejak pukul 15.00 WIB.
“Ini bukan sekadar konser musik, melainkan pesta rakyat Ponorogo,” ungkap Sugiri. “Selain hiburan, ada harapan besar agar geliat ekonomi kerakyatan juga ikut mengalir.”
Tak hanya kemeriahan yang dipersiapkan, keamanan juga diperhitungkan matang. Ratusan personel gabungan akan diterjunkan demi menjaga kondusifitas acara.
Malam puncak HUT Ponorogo tahun ini seolah akan menjadi panggung sejarah: sebuah perayaan yang menyatukan warga, merayakan kebanggaan daerah, dan menyanyikan kembali lagu-lagu abadi Dewa 19 di bawah langit Ponorogo.(Sw/Ny/Adv)