Tetap Religius, Pemdes Maron Adakan Sima'an Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80
![]() |
| Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, Desa Maron adakan Sima'an Al-Qur'an (26/8/2025) |
Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus rangkaian Bersih Desa Maron, masyarakat menggelar kegiatan Sima’an Al-Qur’an pada 26 Agustus 2025 yang dimulai setelah shalat Subuh. Kegiatan ini menjadi puncak spiritual dari seluruh rangkaian agenda Agustus di Desa Maron, Kecamatan Kauman, Ponorogo.
Kepala Desa Maron, Wahyudi Agus Pujiono, menegaskan bahwa Sima’an Al-Qur’an bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk syukur masyarakat atas nikmat keamanan, hasil bumi, dan persatuan desa.
> “Sima’an ini adalah ikhtiar batin kita. Setelah rangkaian kegiatan fisik dan kemasyarakatan selama Agustus, kita tutup dengan doa, mujahadah, dan memohon keberkahan untuk Desa Maron. Semoga desa tetap ayem tentrem, masyarakat sehat dan guyub rukun,” ujar Wahyudi.
Selain sima’an, pada hari yang sama juga dilaksanakan Mujahadah Dzikrul Ghofilin, yang menghadirkan suasana khusyuk dan syahdu sebagai momentum doa bersama warga.
Rangkaian Kegiatan Desa Maron Selama Bulan Agustus 2025
2–15 Agustus — “Kades Maron Cup” Turnamen Bola Voli Spon
Turnamen ini menjadi pembuka semarak peringatan HUT RI. Melibatkan berbagai tim dari lingkungan setempat, kegiatan ini mendorong sportivitas dan kekompakan pemuda.
16 Agustus — Sujud Syukur
Warga melaksanakan sujud syukur bersama sebagai bentuk rasa terima kasih atas nikmat kemerdekaan dan hasil panen.
17 Agustus — Upacara HUT RI ke-80
Upacara berlangsung khidmat diikuti jajaran perangkat desa, lembaga desa, pelajar, dan masyarakat umum. Setelahnya dilanjutkan dengan:
Ziarah Makam leluhur,
Buceng Porak Sedekah Bumi sebagai simbol syukur dan doa keselamatan bagi seluruh warga.
18–25 Agustus — Lomba-lomba di Lingkungan
Berbagai lomba digelar mulai dari anak-anak hingga dewasa, menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
26 Agustus — Sima’an Al-Qur’an & Mujahadah Dzikrul Ghofilin
Puncak kegiatan spiritual desa, dihadiri tokoh agama dan masyarakat.
29 Agustus — Pertunjukan Jaran Thek “Nogo Pertolo”
Seni tradisi ini menjadi tontonan yang selalu ditunggu, mempertahankan warisan budaya lokal Ponorogo.
30 Agustus — Pengajian Umum bersama Gus Bahru Zamzami
Pengajian bersama ulama muda karismatik, Gus Bahru Zamzami, memberikan nasihat keagamaan serta motivasi bagi jamaah.
31 Agustus — Reyog Obyog & Pentas Musik “Arseva”
Penutupan Agustusan ditandai dengan Reyog Obyog yang menggugah semangat budaya, dilanjutkan pentas musik Arseva sebagai hiburan bagi masyarakat.
Kepala Desa menambahkan:
> “Rangkaian acara ini bukan hanya seremoni HUT RI, tetapi juga tradisi menjaga jati diri Desa Maron. Ada olahraga, budaya, sosial, sampai kegiatan keagamaan. Semua ini untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan,” jelas Wahyudi.
Dengan rangkaian penuh dari tanggal 2 hingga 31 Agustus, Desa Maron menunjukkan bagaimana perayaan HUT RI dapat menjadi momen kolaborasi, pelestarian budaya, serta penguatan nilai religius masyarakat.
