Musrenbang Desa Nongkodono Bahas Arah Pembangunan 2026, Tiga Usulan Jadi Prioritas
![]() |
| Kepala Desa Nongkodono, Jemadi, S.Sos., saat membacakan usulan prioritas dalam Musrenbangdes Desa Nongkodono 2026 untuk 2027 (21/1/2026) |
NONGKODONO – Pemerintah Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Balai Desa Nongkodono, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan lembaga desa, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Kauman.
Musrenbangdes menjadi forum resmi untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyepakati arah pembangunan desa tahun 2026. Seluruh peserta terlibat aktif menyampaikan pandangan, usulan, serta evaluasi terhadap pembangunan sebelumnya.
Kepala Desa Nongkodono, Jemadi, S.Sos., menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang strategis menentukan masa depan desa.
“Musrenbang ini bertujuan menyatukan kebutuhan masyarakat dengan rencana pembangunan desa secara realistis dan terukur. Kita tidak bisa membangun berdasarkan keinginan segelintir orang, tapi berdasarkan kebutuhan mayoritas warga,” ujar Jemadi.
Menurutnya, manfaat utama Musrenbang adalah memastikan pembangunan tepat sasaran, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Dengan musyawarah, masyarakat tahu apa yang direncanakan, kenapa itu dipilih, dan bagaimana dampaknya. Ini penting agar pembangunan tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Camat Kauman, Toni Khristiawan, S.STP., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa Musrenbangdes adalah fondasi perencanaan pembangunan dari bawah.
“Usulan dari desa inilah yang nantinya akan disinergikan di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Karena itu, usulan harus jelas, berbasis data, dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Toni.
Ia juga mengingatkan agar desa tidak hanya fokus pada proyek fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan manfaatnya.
“Pembangunan harus berdampak jangka panjang. Jangan hanya bagus di awal, tapi sulit dirawat atau tidak memberi nilai tambah bagi ekonomi dan kesejahteraan warga,” katanya.
Dalam Musrenbangdes tersebut, forum menyepakati tiga usulan pembangunan prioritas tahun 2026, yaitu:
- Pelebaran atau peningkatan jalan Nongkodono–Karangan
- Pembangunan saluran air di Jalan Nongkodono–Ngumpul
- Pembangunan Jembatan Boh Bayi
Ketiga usulan ini dinilai mendesak karena berkaitan langsung dengan akses transportasi, kelancaran aktivitas ekonomi, serta keselamatan warga.
Jemadi menjelaskan, kondisi jalan dan jembatan yang ada saat ini sudah tidak memadai.
“Jalan sempit dan rusak menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Saluran air yang kurang baik juga sering menyebabkan genangan. Ini bukan soal nyaman atau tidak, tapi soal keselamatan dan ekonomi warga,” jelasnya.
Musrenbangdes ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan usulan prioritas yang selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan.
Dengan Musrenbang ini, Desa Nongkodono berharap pembangunan tahun 2026 benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar proyek formalitas, tetapi langkah nyata meningkatkan kualitas hidup warga. (Sw/Ny/Adv)

