Pramuka Ponorogo Teguhkan Peran Membentuk Generasi Berkarakter dan Dukung Ketahanan Pangan
PONOROGO – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Ponorogo berlangsung semarak. Puluhan Gugus Depan (Gudep) Pramuka Penggalang dan Penegak menampilkan berbagai kreativitas dalam kegiatan defile yang digelar Selasa (18/8/2026).
Sebanyak 47 Gudep ikut ambil bagian. Mereka tampil dengan beragam formasi, atraksi pionering, kostum bernuansa budaya daerah, hingga kreasi yang mengangkat isu ketahanan pangan.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo, Hj. Lisdyarita, SH, menilai kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan baris-berbaris. Menurutnya, aktivitas kepramukaan menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Gerakan Pramuka turut membantu membangun karakter anak bangsa dan berperan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan,” ujar Lisdyarita.
Ia mengapresiasi antusiasme serta kreativitas para peserta. Berbagai keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan Pramuka, mulai dari kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama hingga kepedulian sosial, dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satunya melalui keterlibatan generasi muda dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.
Hal itu sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui defile tersebut, tema nasional itu tidak hanya disampaikan dalam bentuk slogan. Para peserta menerjemahkannya melalui berbagai kreasi visual dan atraksi yang menggambarkan semangat swasembada pangan serta kehidupan masyarakat.
Selain mengangkat isu pembangunan, penampilan peserta juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal. Berbagai busana dan kreativitas yang ditampilkan menjadi bukti bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.
Lisdyarita berharap Gerakan Pramuka mampu terus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepanduan.
Menurutnya, Pramuka harus hadir lebih jauh dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya ketika ada kegiatan seremonial. Organisasi kepanduan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk ikut memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
“Pramuka akan terus mengukuhkan posisinya sebagai agen perubahan positif, pilar kekuatan bangsa, dan organisasi yang relevan serta adaptif sepanjang 65 tahun perjalanannya,” tegasnya.
Kegiatan defile tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno, SH, M.Si. Kehadiran pimpinan daerah menunjukkan dukungan terhadap keberadaan Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda.
Menghidupkan Kembali Semangat Sejarah Pramuka
Peringatan Hari Pramuka juga menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang Gerakan Pramuka di Indonesia.
Tradisi defile memiliki keterkaitan dengan sejarah Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961, ketika Presiden Soekarno menyerahkan panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Panji tersebut kemudian dibawa dalam pawai sebagai bagian dari perayaan lahirnya Gerakan Pramuka.
Semangat tersebut kembali terlihat dalam defile di Ponorogo 65 tahun kemudian. Para peserta tidak hanya membawa atribut organisasi, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya disiplin, persatuan, kreativitas, kepedulian sosial, budaya, serta kesiapan menghadapi masa depan.
Dari setiap barisan yang bergerak serempak hingga kreasi pionering yang ditampilkan, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Pramuka masih memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda.
Sebab, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Generasi masa depan juga membutuhkan karakter kuat, keterampilan, kemampuan berkolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan serta keberanian untuk mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Melalui momentum Hari Pramuka ke-65, Ponorogo kembali menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi juga bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa.(Sw/Ny/Adv)