🧿 BREAKING NEWS

Lintas Sektor dan FKP Puskesmas Kauman Baru, Camat Kauman Tekankan Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Kewaspadaan Penyakit Musim Hujan

 

kegiatan koordinasi, monitoring, evaluasi pelayanan kesehatan, serta Forum Konsultasi Publik (FKP) di wilayah kerja Puskesmas Kauman Baru, Kabupaten Ponorogo, Senin (26/10/2026).

PONOROGO – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah menjadi perhatian dalam kegiatan koordinasi, monitoring, evaluasi pelayanan kesehatan, serta Forum Konsultasi Publik (FKP) di wilayah kerja Puskesmas Kauman Baru, Kabupaten Ponorogo, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Kauman Baru lantai II tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) lintas sektor. Selain membahas peningkatan mutu pelayanan kesehatan, forum ini juga menjadi ruang koordinasi untuk mengantisipasi persoalan sosial, ketertiban umum, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Camat Kauman, Toni Khristiawan, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan sinergi seluruh unsur, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah desa, kecamatan, serta berbagai instansi dan lembaga terkait.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik, mudah diakses, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan warga di wilayah kerja Puskesmas Kauman Baru.

“Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap koordinasi lintas sektor seperti ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan,” tegas Toni Khristiawan.

Antisipasi Penyakit Saat Musim Hujan

Dalam forum tersebut, kewaspadaan menghadapi musim hujan yang akan datang turut menjadi perhatian penting. Perubahan kondisi lingkungan, genangan air, serta sanitasi yang kurang terjaga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Camat Kauman mengajak seluruh pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan melalui gerakan menjaga kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, pengelolaan sampah, serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

“Memasuki musim hujan, kita harus lebih waspada. Jangan menunggu munculnya kasus penyakit baru bergerak. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing, mulai dari membersihkan saluran air, menghilangkan genangan, menjaga kebersihan rumah, hingga membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Selain penyakit yang kerap meningkat saat musim hujan, perhatian juga diberikan terhadap risiko penyakit akibat paparan urine tikus, yakni leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat masuk ke tubuh melalui luka pada kulit atau selaput lendir setelah bersentuhan dengan air, tanah, maupun lumpur yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi.

Risiko paparan dapat meningkat ketika banjir atau genangan air membawa kontaminasi ke lingkungan permukiman dan area aktivitas warga. Karena itu, masyarakat diimbau menghindari kontak langsung dengan air banjir atau lumpur yang berpotensi tercemar, menggunakan alas kaki dan pelindung ketika membersihkan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, atau keluhan lain setelah terpapar lingkungan berisiko.

Pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menyimpan makanan secara tertutup, dan memastikan sampah tidak menumpuk.

Toni menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar informasi mengenai potensi penyakit dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Kami berharap seluruh unsur di tingkat desa ikut menggerakkan warga untuk menjaga kebersihan dan segera mengakses pelayanan kesehatan jika mengalami gejala penyakit. Dengan deteksi dini dan kerja sama yang baik, risiko penyebaran maupun dampak penyakit dapat ditekan,” tambahnya.

Bahas Kerawanan Sosial hingga Pelayanan Masyarakat

Tidak hanya berfokus pada persoalan kesehatan, forum lintas sektor ini juga memberikan ruang bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir untuk membahas berbagai persoalan di luar sektor kesehatan.

Pembahasan mencakup potensi kerawanan sosial, pemeliharaan ketertiban umum, serta upaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Dalam sesi tersebut, unsur terkait, termasuk Hospital Bantarangin sebagaimana disebut dalam agenda kegiatan, turut mendapat ruang pembahasan mengenai persoalan sosial, ketertiban umum, dan pelayanan kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting agar persoalan yang muncul dapat ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.

Melalui forum konsultasi publik, masukan dan aspirasi para pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program serta meningkatkan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

Camat Kauman berharap komunikasi dan kolaborasi antarlembaga dapat terus diperkuat, sehingga berbagai persoalan di wilayah tidak ditangani secara sendiri-sendiri, melainkan melalui koordinasi yang terarah dan berkelanjutan.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak bisa berjalan maksimal jika setiap unsur bekerja sendiri-sendiri. Kesehatan, ketertiban umum, dan kondisi sosial masyarakat saling berkaitan. Karena itu, kita perlu membangun komunikasi yang terbuka, saling mendukung, serta mengutamakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan koordinasi, monitoring, evaluasi, dan Forum Konsultasi Publik tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor di Kecamatan Kauman, khususnya dalam meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas Kauman Baru sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.(Sw/Ny)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar