Dulu Sering digusur dan dipagari, Kini, Perpek 5 Nyatakan Kesanggupan Pilih Rilis!
![]() |
| Sugiri Sancoko dan Bunda Lisdyarita, membentuk tanda cinta kepada Perpek 5 sebagai gambaran kepedulian dan cinta kasih untuk mereka |
Komunitas Perpek 5 (Paguyuban Pedagang Kaki Lima) Ponorogo mengadakan Deklarasi sanggup memilih Paslon 02, Sugiri Sancoko, Lisdyarita untuk kembali memimpin Ponorogo di periode 2024-2029.
Deklarasi para pedagang kaki lima ini dihadiri ratusan pedagang kaki lima dan relawan, bertempat di Posko Utama Pemenangan Paslon Rilis, Ndalem Tondowinatan, Jalan Hos Cokroaminoto, Minggu, (13/10/24).
![]() |
| Orasi gambaran masyarakat pedagang kecil oleh Capung, salah satu pedagang pasar eks stasiun, yang pernah merasakan digusur dan lapak di stasiun dipagari. |
![]() |
| Kang Giri dan Bunda Rita Menyambut hangat kesanggupan memilih dan dukungan dari pedagang kaki lima Ponorogo |
Sutrisno, Ketua Panitia dari Paguyuban Pedagang Kaki Lima menyatakan bahwa ia dan anggota pangguyuban sanggup memilih kembali paslon Rilis untuk menjabat Bupati dan Wakil Bupati kedua kalinya di Ponorogo.
“Kami cinta dengan Bapak Sugiri dan Ibu Lisdyarita, benar-benar Bupati yang memperhatikan rakyatnya, kami sebagai masyarakat kecil tidak digusur-gusur lagi, tidak ketakutan lagi, malah dengan adanya pembangunan wajah kota, dagangan kami semakin ramai.”katanya.
![]() |
| Paslon 02, Rilis, merakyat tak segan duduk dibawah bersama masyarakat |
Dilanjutkan dengan orasi dari Capung, salah satu pedagang pasar eks-Stasiun Ponorogo.
“Kami dulu merasa tidak dihargai, sebagai wong cilik, kami pernah digusur, dianggap sebagai momok, dagangan dan gerobak berserakan, kami tertindas dengan pemerintahan pada saat itu, kami merasa sangat dihargai oleh Paslon Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, kami pernah di penjara sebagai pedagang eks-pasar stasiun. Saat itu Ponorogo sedang tidak baik-baik saja” Katanya berapi-api.
“Hari ini menjadi saksi, kami siap menjadi garda terdepan di pilkada Ponorogo 2024, kami siap memilih dan mendukung Bapak Sugiri Sancoko dan Ibu Lisdyarita dua periode, kami membutuhkan pemimpin yang merangkul, mencintai dan tidak pernah melukai hati rakyat.” Lanjutnya.
Sementara, Sugiri Sancoko dalam sambutannya sangat berbahagia bisa berkumpul dan menyambut deklarasi paguyuban pedagang kaki lima Ponorogo, “Dalam masa kepemimpinan kami yang singkat ini, kami memiliki harapan apabila monumen reog jadi, reog masuk ICH-Unesco maka Ponorogo akan menjadi kota yang lebih hebat, wisatawan domestik dan luar akan datang, mampir ke pedagang kaki lima dan UMKM sehingga roda perekonomian terus berjalan. Terimakasih atas dukungannya, Aku cinta padamu Fren!”Tuturnya.(Sw/Ny)



