🧿 BREAKING NEWS

Simaan Al-Qur'an Awali Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026, Doa Bersama untuk Ponorogo yang Damai dan Berbudaya

 

Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026 resmi diawali dengan kegiatan Simaan Al-Qur'an yang digelar di Pendopo Kecamatan Kauman, Minggu (12/7/2026).

PONOROGO – Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026 resmi diawali dengan kegiatan Simaan Al-Qur'an yang digelar di Pendopo Kecamatan Kauman, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung Dini hari, diawali dengan Shalat Subuh Berjamaah hingga selesai tersebut menjadi pembuka seluruh rangkaian Grebeg Tutup Suro sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum pelaksanaan berbagai agenda budaya di Monumen Bantarangin.

Simaan Al-Qur'an diikuti para hafiz dan hafizah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah. Lantunan ayat suci Al-Qur'an mengiringi doa bersama agar Kabupaten Ponorogo senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, persatuan, dan kelancaran selama pelaksanaan Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026.




Camat Kauman, Toni Khristiawan, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa Simaan Al-Qur'an menjadi pondasi spiritual dalam penyelenggaraan Grebeg Tutup Suro. Menurutnya, tradisi budaya yang diwariskan para leluhur harus berjalan seiring dengan nilai-nilai religius.

"Grebeg Tutup Suro bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Simaan Al-Qur'an menjadi doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, masyarakat tetap rukun, dan budaya warisan leluhur terus lestari," ujarnya.

Ia menambahkan, Grebeg Tutup Suro Bantarangin merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Tahun ini berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari ziarah makam, pertunjukan seni tradisional, pameran pusaka, bedhol pusaka, hingga kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Melalui pembacaan Al-Qur'an secara khatam tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026 tidak hanya menjadi atraksi budaya dan wisata, tetapi juga menjadi media memperkuat nilai keagamaan, mempererat persaudaraan, serta menjaga jati diri Bumi Reog sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.(Sw/Ny)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar