Keluar Kandang, Singa Kulon Kali Siap Berebut Kursi Cawabup Ponorogo
PONOROGO- Jika politik Ponorogo adalah panggung lama, maka Drs. Saidudin adalah salah satu aktor yang hafal betul di mana letak lampu sorotnya.
Pria yang di jalanan politik akrab disapa Brodin ini bukan orang baru. Ia adalah mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pernah dua periode menguasai mimbar DPRD Ponorogo. Kini, di usia 59 tahun, ia memutuskan untuk tidak lagi hanya berteriak dari kursi dewan, tapi masuk langsung ke gelanggang eksekutif.
Ia nekat. Ia berani. Ia melamar menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Ponorogo.
Langkah ini bukan gimmick politik musiman. Brodin menegaskan, ini adalah ijtihad politik yang serius.
"Ini bukan guyonan warung kopi. Saya serius mau melanjutkan pembangunan Ponorogo," ujarnya lantang.
Keseriusan seorang mantan politisi PPP itu dibuktikan bukan dengan konferensi pers mewah, tapi dengan etika politik Jawa yang kental: sowan.
Rabu siang (23/9/2026), Brodin resmi menghadap Bunda Lisdyarita. Bukan sowan kosong, ia datang membawa tekad. Dan hasilnya, sambutan yang ia terima disebutnya sangat menggembirakan.
Bahkan, untuk menunjukkan bahwa ia tidak main-main, dalam waktu dekat ia akan mengurus SKCK ke Polres Ponorogo. Syarat wajib seorang calon pemimpin yang bersih.
Harta Karun Seorang Mantan Anggota Dewan PPP
Apa modal Brodin? Bukan sekadar uang. Modalnya adalah jam terbang.
Lulusan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini pernah menjadi juru bicara rakyat di DPRD dari gerbong PPP pada 2004-2009 dan 2009-2011. Ia paham betul bagaimana palu diketuk, bagaimana anggaran dibahas, dan bagaimana aspirasi rakyat dari Pulung sampai Ngrayun itu diperjuangkan.
Visi-misinya pun tidak muluk-muluk mengawang. Ia tidak ingin membongkar total. Ia ingin melanjutkan.
"Yang sudah tertata dalam rencana pembangunan daerah, itu yang kita lanjutkan. Saya orang partai dulu,dididik untuk komunikasi. Saya tahu cara ngomong dengan dewan, dan saya tahu di mana yang harus kita benahi," katanya.
Jaringan? Jangan ditanya. Dua periode di dewan membuatnya punya buku telepon yang tebal. Hampir semua pimpinan partai di Ponorogo hari ini adalah mantan teman satu komisi, teman ngopi, teman berdebat di ruang paripurna.
Soal perahu dan logistik Pilkada, mantan politikus PPP ini tersenyum. Ia percaya, partai-partai hari ini sudah cerdas. Mereka tidak hanya mencari calon yang punya uang, tapi calon yang punya _chemistry_ untuk menang dan membesarkan partai.
Kini, bola liar ada di tengah lapangan. Apakah keberanian singa tua dari PPP ini akan benar-benar mengaum di Pilkada Ponorogo?(Sw/Ny)
