Pengusaha Nasional Fita Dewi Asih Hadiri Grebeg Suro XXXI, Saksikan Festival Reog Nasional Bersama Plt Bupati Ponorogo
PONOROGO – Perhelatan Grebeg Suro XXXI Tahun 2026 terus menyedot perhatian berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, tokoh budaya, hingga pelaku usaha nasional. Salah satu yang turut hadir dan memberikan dukungan terhadap gelaran budaya terbesar di Ponorogo tersebut adalah pengusaha nasional Fita Dewi Asih bersama sejumlah rekan, yang juga dikenal sebagai sahabat Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.
Kehadiran Fita Dewi Asih dan rombongan terlihat saat menyaksikan secara langsung Festival Reog Nasional (FRN) di panggung utama Alun-alun Ponorogo, Sabtu (13/6/2026). Mereka tampak menikmati setiap penampilan peserta yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Reog Ponorogo.
Menurut Fita Dewi Asih, Grebeg Suro merupakan agenda budaya yang memiliki daya tarik luar biasa dan layak menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
“Ponorogo memiliki warisan budaya yang sangat besar melalui Reog. Saya melihat Grebeg Suro tahun ini semakin menarik, tertata, dan mampu menghadirkan perpaduan antara pelestarian budaya dengan kemajuan zaman. Ini menjadi daya tarik yang luar biasa, terutama bagi generasi muda,” ujar Fita Dewi Asih.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang terus berupaya mengembangkan Grebeg Suro agar semakin dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah. Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pelaku usaha yang turut memberikan perhatian terhadap perkembangan budaya di Ponorogo.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Fita Dewi Asih beserta rekan-rekan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyaksikan langsung Festival Reog Nasional dalam rangkaian Grebeg Suro XXXI. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan event budaya ini,” kata Lisdyarita.
Menurutnya, Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan Ponorogo kepada dunia melalui kekuatan seni, tradisi, dan kreativitas masyarakatnya.
“Melalui Grebeg Suro, kami ingin menunjukkan bahwa budaya tetap bisa berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, kami optimistis Ponorogo akan semakin dikenal sebagai kota budaya yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Festival Reog Nasional yang menjadi salah satu agenda utama Grebeg Suro XXXI tahun 2026 tersebut berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton yang memadati kawasan Alun-alun Ponorogo untuk menyaksikan penampilan terbaik grup-grup reog dari berbagai daerah. Kehadiran sejumlah tokoh dan pelaku usaha turut menambah semarak perayaan budaya yang telah menjadi ikon Kabupaten Ponorogo tersebut.(Sw/Ny)

