🧿 BREAKING NEWS

KIM Desa Jadi Garda Terdepan Informasi, Diskominfo Ponorogo Perkuat Kemampuan Jurnalistik dan Literasi Digital

drh. H. Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, M.M., Menyampaikan Sambutan dalam Rapat Koordinasi dan Pendampingan Teknis Penulisan Jurnalistik bagi anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Rabu (22/7/2026)

Ponorogo – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi dan Pendampingan Teknis Penulisan Jurnalistik bagi anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Rabu (22/7/2026), di Aula Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat undangan Nomor 500.12.11/KH/39/405.18/2026 tertanggal 21 Juli 2026 yang ditujukan kepada para camat untuk menghadirkan perwakilan anggota KIM dari 20 desa dan kelurahan terpilih. Materi yang diberikan meliputi penguatan koordinasi, teknik dasar penulisan berita, praktik penulisan jurnalistik, evaluasi, hingga sesi tanya jawab.

Sebanyak 20 peserta dari KIM desa dan kelurahan hadir sebagai peserta offline, yakni KIM Ngunut (Babadan), Pondok (Babadan), Biting (Badegan), Kapuran (Badegan), Jalen (Balong), Tegalsari (Jetis), Plosojenar (Kauman), Ngrandu (Kauman), Gajah (Sambit), Ronowijayan (Siman), Caluk (Slahung), Kambeng (Slahung), Nailan (Slahung), Mojopitu (Slahung), Wates (Slahung), Slahung (Slahung), Menggare (Slahung), Galak (Slahung), Truneng (Slahung), serta Kalimalang (Sukorejo).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo, drh. H. Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, M.M., menegaskan bahwa KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"KIM harus menjadi garda terdepan dalam membangun ruang informasi yang sehat. Jangan hanya mengejar jumlah viewers atau followers, tetapi utamakan kebenaran informasi, etika jurnalistik, dan manfaat bagi masyarakat. Informasi yang dipublikasikan harus menjadi pedoman, bukan justru memicu kegaduhan," tegas Sapto.

Menurutnya, di tengah derasnya arus media sosial, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang kredibel. Karena itu, keberadaan KIM di desa diharapkan mampu menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi pembangunan, kebijakan pemerintah, maupun potensi desa.

perwakilan anggota KIM dari 20 desa dan kelurahan terpilih. Materi yang diberikan meliputi penguatan koordinasi, teknik dasar penulisan berita, praktik penulisan jurnalistik, evaluasi, hingga sesi tanya jawab.

Sapto juga mengingatkan bahwa setiap konten yang dipublikasikan KIM harus berdasarkan fakta dan data yang dapat diverifikasi. KIM diharapkan tidak terjebak membuat konten provokatif demi meningkatkan popularitas, melainkan menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang edukatif.

"KIM harus mampu menjadi penyeimbang di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, fitnah, dan informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Jadikan media sosial sebagai ruang edukasi, ruang literasi, dan ruang kolaborasi untuk kemajuan Ponorogo," ujarnya.

Melalui pendampingan jurnalistik ini, peserta dibekali teknik menyusun berita yang memenuhi kaidah jurnalistik, mulai dari ketepatan data, keseimbangan informasi, hingga penyajian narasi yang menarik tanpa mengabaikan etika.

Hadi Winarko, editor Ponorogo.go.id, Narasumber penguatan koordinasi, teknik dasar penulisan berita, praktik penulisan jurnalistik, evaluasi, hingga sesi tanya jawab.

Diskominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo berharap setiap KIM mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan program pembangunan, tetapi juga menggali potensi desa, mempromosikan UMKM, melestarikan budaya lokal, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.

Penguatan kapasitas KIM menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik sekaligus memperkuat ekosistem informasi desa yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab. Peran KIM sebagai mitra pemerintah terus didorong agar mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan, menangkal disinformasi, serta memperkuat persatuan dan ketenteraman masyarakat.(Sw/Ny)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar