🧿 BREAKING NEWS

Kirab Bedhol Pusaka Warnai Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026, Tradisi Leluhur Terus Dijaga

 

Ponorogo – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pendopo Kecamatan Kauman, Senin (13/7/2026) malam, saat Pemerintah Kecamatan Kauman menggelar Kirab Bedhol Pusaka sebagai salah satu agenda penting dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026. Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya lokal.

Rangkaian kirab diikuti jajaran Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang turut memadati jalur prosesi. Mengenakan pakaian adat Jawa, para peserta berjalan beriringan dengan iringan kesenian tradisional yang menambah nuansa sakral sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Bantarangin.

Prosesi diawali dengan pengambilan pusaka dari tempat penyimpanannya sebelum dibawa menuju Monumen Bantarangin. Di lokasi tersebut, pusaka disemayamkan dan didoakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Salah satu pusaka yang menjadi perhatian masyarakat adalah Pecut Samandiman, yang selama ini dikenal sebagai lambang keberanian, kewibawaan, dan semangat perjuangan masyarakat Bantarangin.


Bregada pengiring Bedhol Pusaka

Camat Kauman, (Tengah) diapit Danramil Kauman dan Perwakilan Polsek Somorotoo

Camat Kauman, Toni Khristiawan, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa Kirab Bedhol Pusaka bukan hanya sebuah tradisi yang dipertahankan setiap tahun, melainkan juga memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan pentingnya menjaga jati diri budaya.

"Kirab Bedhol Pusaka merupakan sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan sehingga nilai-nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ungkap Toni.

Ia menjelaskan, Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Juli 2026. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan tersebut, di antaranya Simaan Al-Qur'an, Kirab Bedhol Pusaka, pertunjukan Reog, Jaranan Thik, Buceng Porak, hingga beragam pentas seni tradisional lainnya.

Tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, penyelenggaraan Grebeg Tutup Suro juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ramainya pengunjung selama pelaksanaan acara memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, dan sektor ekonomi kreatif untuk meningkatkan pendapatan.

Melalui penyelenggaraan Kirab Bedhol Pusaka, Pemerintah Kecamatan Kauman berharap warisan budaya Bantarangin tetap terjaga, semakin dikenal oleh masyarakat luas, serta mampu memperkuat posisi Kabupaten Ponorogo sebagai daerah yang konsisten merawat tradisi dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.(Sw/Ny)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar