Permudah Akses Hasil Panen, Desa Pengkol Bangun Rabat Jalan Pertanian Senilai Rp46,3 Juta
![]() |
| infrastruktur pendukung sektor pertanian dan pemukiman warga melalui pembangunan rabat jalan pertanian di Dukuh Krajan RT 02 RW 01. Pembangunan yang didanai dari Dana Desa (DD) TA 2026 |
Ponorogo – Pemerintah Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, terus memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian dan pemukiman warga melalui pembangunan rabat jalan pertanian di Dukuh Krajan RT 02 RW 01. Pembangunan yang didanai dari Dana Desa (DD) 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas petani menuju lahan pertanian sekaligus memperlancar mobilitas hasil panen.
Rabat jalan tersebut memiliki panjang 107 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,12 meter dengan total anggaran sebesar Rp46.300.000. Pekerjaan dilaksanakan pada Mei 2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
![]() |
| pembangunan jalan pertanian dan pemukiman merupakan salah satu kebutuhan prioritas masyarakat desa Pengkol karena menjadi akses utama para petani dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. |
Kepala Desa Pengkol, Sunoto, mengatakan pembangunan jalan pertanian dan pemukiman merupakan salah satu kebutuhan prioritas masyarakat karena menjadi akses utama para petani dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Pembangunan rabat jalan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa Pengkol dalam memanfaatkan Dana Desa untuk program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan akses jalan yang lebih baik, kami berharap aktivitas petani menjadi lebih lancar, biaya angkut hasil panen dapat ditekan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sunoto.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur desa akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran dengan mengedepankan asas pemerataan serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui pembangunan rabat jalan pertanian ini, Pemerintah Desa Pengkol berharap konektivitas antarwilayah pertaniandan pemukiman warga semakin baik sehingga dapat mendukung ketahanan pangan desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.(Sw/Ny)
.jpg)
.jpg)
.jpg)