Ziarah Makam Jadi Pembuka Bersih Desa Carat 2026, Tak Lupakan Para Leluhur
![]() |
| Rangkaian Bersih Desa Carat Tahun 2026 resmi diawali dengan kegiatan ziarah makam leluhur pada Selasa (4/8) |
Kauman, 4 Agustus 2026 – Rangkaian Bersih Desa Carat Tahun 2026 resmi diawali dengan kegiatan ziarah makam leluhur pada Selasa (4/8). Kegiatan yang mengusung tema "Nyawiji Anggayuh Lestari" (Bersatu Menjaga Kelestarian) tersebut diikuti oleh Pemerintah Desa Carat, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun Desa Carat.
Ziarah dimulai pukul 08.00 WIB dengan doa bersama di setiap lokasi makam. Selain menjadi tradisi turun-temurun, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran seluruh rangkaian Bersih Desa Tahun 2026.
Adapun rute ziarah meliputi makam para tokoh dan perangkat desa terdahulu, diantaranya:
- Mbah Lurah Jaimun Genjik
- Mbah Lurah Suprawoto
- Mbah Carik H. Maddali
- Mbah Carik Suhadi
- Kamituwo Panut Garijeng
- Kamituwo Misdi
- Kamituwo Sujito
- Bayan Tukimin Gareng
- Bayan Giran
- Riwut Kusnadi
- Sambong Darmin
- Mbah Nur Khamdan (Sembung)
- Bapak Pujianto (Sumoyudan)

rombongan memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah memberikan pengabdian bagi kemajuan Desa Carat.
Di setiap lokasi, rombongan memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah memberikan pengabdian bagi kemajuan Desa Carat. Suasana berlangsung khidmat dengan harapan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya terus diwariskan kepada generasi penerus.
Kepala Desa Carat, H. Mudjiono, menyampaikan bahwa ziarah makam merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Bersih Desa karena menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
"Tradisi ziarah makam ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan pondasi pembangunan Desa Carat. Melalui doa bersama, kami berharap seluruh rangkaian Bersih Desa tahun ini berjalan lancar, masyarakat diberikan keselamatan, serta semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman," ujar H. Mudjiono.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Carat berharap tradisi Bersih Desa tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan kearifan lokal, serta menanamkan rasa hormat kepada jasa para pendahulu sebagai bagian dari identitas Desa Carat.(Sw/Ny)
