195 KDKMP Terima Pasokan Beras SPHP untuk Kopdes, Pastikan Harga Sesuai HET
![]() |
| Perum Bulog Cabang Ponorogo menegaskan posisinya sebagai pemasok tunggal beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) |
PONOROGO – Perum Bulog Cabang Ponorogo menegaskan posisinya sebagai pemasok tunggal beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) berkualitas untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo. Mulai Selasa (4/11/2026), distribusi beras SPHP kemasan 5 kilogram resmi disalurkan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan keunggulan utama beras SPHP Bulog ada pada jaminan mutu, stok yang aman, dan harga yang terkontrol pemerintah.
![]() |
| Kepala Perum Bulog Ponorogo saat pemasokan beras SPHP di KDMP Pengkol, Kecamatan Kauman |
"Kelebihan beras SPHP dari Bulog itu jelas. Pertama, berasnya medium berkualitas yang sudah melalui proses quality control. Kedua, kemasannya resmi 5 Kg, rapi, ada label SPHP Bulog, jadi tidak bisa di-takar sembarangan. Ketiga, harganya sudah sesuai HET, tidak dimainkan," ujar Budiwan.
Bulog mencatat, total KDKMP di Ponorogo yang siap menerima penyaluran sudah mencapai 195 titik. Namun penyaluran dilakukan bertahap karena menyesuaikan kesiapan koperasi di lapangan.
"Rencana awal kemarin 50 titik, tapi karena banyak KDKMP konfirmasi belum siap, kemarin baru kita salurkan 10 titik dan hari ini 10 titik lagi. Manajer KDKMP ada yang tidak di tempat dan ada kegiatan lain," jelasnya.
Meski begitu, Bulog memastikan pasokan sangat melimpah. Wilayah kerja Bulog Ponorogo yang meliputi Ponorogo, Magetan, dan Pacitan saat ini memiliki cadangan puluhan ribu ton beras yang tersebar di lima gudang.
"Stok kita sangat aman. Jadi KDKMP tidak perlu khawatir kekurangan. Begitu siap, langsung kita kirim. Beras SPHP kemasan 5 Kg ini memang kita siapkan khusus untuk ritel desa agar praktis, mudah disimpan dan langsung bisa dijual ke warga," tegasnya.
Budiwan menambahkan, dengan kemasan 5 Kg, KDKMP mendapat kemudahan dalam manajemen stok dan penjualan, sementara masyarakat mendapatkan kepastian takaran dan kualitas.
"Kalau beli beras SPHP 5 Kg dari Bulog via KDKMP, warga dapat kepastian. Takarannya pas 5 Kg, bukan 4,8 atau 4,5. Kualitasnya terjaga karena gudang Bulog berstandar. Ini bedanya dengan beras curah di pasaran," ungkapnya.
Bulog menargetkan hingga Jumat (7/11/2026) distribusi bisa tuntas untuk 50 lokasi KDKMP tahap awal, dan selanjutnya akan menyusul untuk seluruh 195 KDKMP yang telah siap.
"Kita upayakan Jumat ini 50 lokasi sudah terdistribusi. Target kami semua KDKMP di Ponorogo bisa menjadi agen resmi SPHP Bulog, sehingga stabilisasi harga beras benar-benar sampai ke tingkat desa," pungkas Budiwan Susanto.(Sw/Ny)


