Ponorogo Creative Festival 2026 Resmi Dibuka, Suguhkan Kolaborasi Seni Tradisi dan Modern yang Memukau
![]() |
| Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi |
PONOROGO – Ponorogo Creative Festival 2026 resmi dibuka pada Selasa malam (4/8/2026) di kawasan Jalan Aloon-aloon Utara (Depan Paseban), Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Ponorogo, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para bupati dan perwakilan pemerintah dari kabupaten/kota tetangga.
Pembukaan festival dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi. Acara berlangsung meriah dengan konsep pertunjukan yang memadukan kekayaan budaya lokal dan sentuhan seni modern, menghadirkan pengalaman yang atraktif bagi masyarakat yang memadati lokasi acara.
Rangkaian pembukaan diawali dengan garap gamelan yang dikemas secara artistik sebagai pembuka suasana. Iringan musik tradisional berpadu harmonis dengan aransemen kontemporer, menciptakan nuansa megah sekaligus memperlihatkan bahwa budaya Ponorogo mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Suasana semakin hidup berkat kepiawaian pembawa acara yang energik dan komunikatif, mampu membangun interaksi hangat dengan para tamu undangan maupun masyarakat.
![]() |
| para penari mengalungkan selendang kepada sejumlah pengunjung sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya, yang disambut antusias oleh masyarakat. |
Penampilan tari tradisional yang dipadukan dengan koreografi modern menjadi salah satu daya tarik utama malam pembukaan. Para penari tidak hanya menyuguhkan pertunjukan di atas panggung, tetapi juga mengajak penonton untuk ikut menari bersama. Momen interaktif tersebut semakin berkesan saat para penari mengalungkan selendang kepada sejumlah pengunjung sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya, yang disambut antusias oleh masyarakat.
Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan bahwa Ponorogo Creative Festival bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah untuk mempertemukan pelaku seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi yang produktif.
"Ponorogo Creative Festival kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan ekonomi masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik wisata. Melalui festival ini, kami berharap lahir lebih banyak kolaborasi, inovasi, dan semangat bersama untuk membawa Ponorogo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," ujar Judha Slamet Sarwo Edi.
Selama empat hari pelaksanaan, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026, Ponorogo Creative Festival menghadirkan berbagai agenda menarik, di antaranya pameran dan bazar ekonomi kreatif, Festival Kopi Ponorogo, pertunjukan seni budaya, Reog Obyok, Jaran Thek, Street Fashion Carnival, hingga festival tari pelajar dan penampilan Reog modern sebagai penutup rangkaian acara.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap kreativitas para pelaku seni dan ekonomi kreatif semakin berkembang, sekaligus memperkuat posisi Ponorogo sebagai daerah yang kaya akan budaya, inovasi, dan destinasi wisata unggulan.(Sw/Ny)


